…uno momento.

Entries categorized as ‘People’

Pijet Ulang Tahun

November 3, 2008 · 1 Comment

Orang Cina punya tradisi menghidangkan Mie Goreng Ulang Tahun pada setiap perayaan ulang tahun. Mie Goreng Ulang Tahun adalah Mie telur yang ditumis bersama beberapa macam sayuran dan telur puyuh yang digoreng terlebih dahulu sehingga berwarna keemasan cantik. Ada tradisi lain yaitu orang yang berulang tahun diharuskan makan misoa dan telur merah. Misoa terbuat dari tepung beras, dipilin dan ditarik-tarik hingga pecah berhelai-helai seperti rambut putih. Karena itu, Misoa melambangkan umur panjang dan telur rebus yang diberi pewarna merah adalah lambang kemakmuran. Kenapa telur? karena bagi orang Cina yang terkenal bersahaja, telur adalah makanan istimewa hampir setingkat daging.

 

Misoa dianggap lebih bergengsi daripada mie goreng ulang tahun, mungkin karena filosofinya. Mungkin juga karena teksturnya yang lebih lembut, lebih bersahabat bagi orang tua dan anak kecil.

 

Anak-anak suku Masai, Afrika lain lagi. Mereka yang berulang tahun ketiga belas diharuskan keluar rumah dan belajar menjadi prajurit perang. Wajah merekapun diberi ”coretan” warna putih yang melambangkan kedewasaan. Bisa dikatakan, ulang tahun tidak dirayakan dengan pesta di Afrika melainkan upacara adat. Wah, kalau anak-anak pada umumnya membayangkan kado apa yang akan mereka dapat di hari Ulang tahun, gue rasa anak-anak di Afrika malah membayangkan seperti apa kehidupan mereka akan berubah setelah ulang tahun.

 

Gue pernah baca suatu artikel, maaf lupa koran atau majalah apa. Bahwa, di Denmark ada tradisi untuk orang yang masih melajang di usia ke 30, maka mereka akan diberi hadiah tempat merica dan selanjutnya disebut sebagai ”Pepperman” dan ”Peppermaid”

Kurang jelas juga gue, maksud dan tujuannya apa hehehhee…..

 

Tanggal 20 Oktober 2008 yang lalu, gue resmi melewati usia keramat 25 tahun. Sekarang gue 26 tahun. Agak kaget sebenernya, setahun kemarin gue merasa masih bisa bersembunyi dibalik predikat young adult. Tahun ini seolah, gue officially an adult. Gue tahu, gue tahu, dari kemaren-kemaren juga udah adult heheheheh.

Tahun ini lebih gencar lagi seluruh khalayak ramai menanyakan kapan gue akan berumah tangga. Pertanyaan klasik yang kadang diucapkan hanya sebagai basa-basi namun menusuk hati yang ditanya. Kalau gue pikir-pikir lagi, bentuk pertanyaan itu mengalami metamorfosa yang sebenernya semakin tahun semakin tajam bagai sembilu.

 

Ketika ulang tahun gue ke 24:

Tanya : ”Wah…wah… udah cocok untuk berumah tangga nih. Udah ada  calonnya  belum?”

Jawab : ”Yaa….temen deket sih udah ada.” sambil malu-malu mupeng.

 

 

Ketika ulang tahun gue ke 25:

Tanya : ”Kapan menikah?”

Jawab : ”Insya Allah, ya didoain aja.” Mulai geleh dan kata-kata ini diulang sedemikian sering sepanjang tahun, terutama di acara pernikahan teman dan kerabat.

 

Ulang tahun ke 26 kemarin:

Tanya : ”Loh, belum menikah? Kok belum menikah sih?”

Jawab : ”Menurut lo?”

 

Yah, gue tahu orang-orang yang bertanya itu sayang sama gue. Mereka hanya mendoakan kebahagiaan gue. Di budaya timur, ketika seorang wanita mencapai usia dua puluhan maka dia dianggap sudah siap berumah tangga. Terlambat sedikit, seluruh dunia pun panik…. apapun alasan penundaan itu. Kepanikan ini kalau ditanggapi dengan sentimental bikin gue sedih namun kalau gue lagi ehm…bijak, jadi lucu. Perwujudan kepanikan massa ini adalah mencecar gue apakah gue punya trauma karena masalah pernikahan orang tua gue, usaha yang sangat aktif untuk mengajak gue terlibat dalam acara pernikahan dan kelahiran, Kebaikan semua orang dalam mempertemukan gue dengan beberapa laki-laki. Gue gak akan menyebut ini perjodohan, karena gue gak merasa dipaksa dan gak akan mau dipaksa. Mungkin lebih enak disebut memperkenalkan. Selama ini, semua baik-baik aja. Meski tidak berlanjut ke arah cinta-cintaan namun cukup untuk menambah teman dan saudara.

 

Untuk menghentikan pertanyaan dan perjodohan ini adalah tidak mungkin, sampai pada akhirnya gue menikah. Gue punya pacar yang selalu gue ajak ke acara keluarga, namun keluarga gue pada bilang ”Kelamaaan”. Perkataan yang tidak mungkin gue jawab dengan ”Aku mau menikah karena aku mau menikah, dengan orang yang mau aku nikahi. Bukan karena aku harus menikah.” kalimat yang dengan gayanya selalu gue ulang-ulang kepada para penanya yang bukan saudara. Bisa-bisa dibikinin Rukhiyat-an buat mengusir roh jahat dalam diri gue.

 

Sejak beberapa waktu lalu, gue udah memikirkan apa yang mau gue lakuin di ulang tahun gue kali ini. Harus sesuatu yang unik dan belum pernah gue lakuin.

Beberapa hari sebelum ulang tahun, gue berangkat ke Bali untuk ikut Ubud Writers and Readers Festival. Seneng-seneng, makan-makan, nulis-nulis dan kaki gue pun keseleo. Setiap malem selama disana harus diboreh balsem otot dan pake koyo, lupakan CK Summer, this gramps couldn’t handle her sore knee.

 

Tanggal 20 Oktober, gue udah di Jakarta lagi. Beruntung gue cuti. Akhirnya, gue merayakan ulang tahun dengan urut keseleo di Daerah Cipete. Setelah nyasar-nyasar yang sepertinya tidak mungkin tidak terjadi, sampailah di sebuah rumah yang cukup ramai. Bentuk sederhana dari klinik tersebut sudah lumayan terorganisir. Ketika datang, gue harus ambil nomor antrian, trus menunggu sambil prangas pringis ngeliat orang-orang teriak kesakitan ketika dipijit. Saat itu, gue benar-benar berharap 61 adalah nomor keberuntungan gue. Seperti angka 3 yang melambangkan kekayaan bagi orang Cina, atau angka 8 yang berarti kemakmuran. Sambil komat-kamit memohon kepada Tuhan agar sekali ini gue tahan sakit, gue menimang-nimang kertas bertuliskan angka itu.

6 dan 1, enam tambah satu kan tujuh ya. Nah, itu angka keberuntungan gue. Or so….

Akhirnya giliran gue pun tiba, dengan berdebar-debar gue menghampiri Bapak setengah baya yang berwajah baik itu. Dia langsung menemukan permasalahannya. Di pergelangan kaki kanan dan Lutut kiri. Dia bilang inilah akibatnya kalau keseleo tapi masih dibawa jalan-jalan. Memang sih, tadinya kaki gue gak sesakit ini, setelah lima hari di Bali, sakitnya tambah parah. Ketika dipijit, aduh…gue gak usah ceritain deh. Intinya gue sampe keringat dingin dan zikir lebih banyak dari yang gue lakuin setahun ini. Sangat berdosa (baca keras dengan suara Spongebob).

 

Durasi pijitnya cuma sebentar, paling 15-20 menit. Untunglah, lebih dari itu, gue bisa pingsan.

 

Setelahnya pegelangan kaki kanan gue dibalut dengan kassa yang dilumuri minyak ramuan sendiri. Lalu dikasih secarik kertas berisi pantangan makan. Pembayaran urut disini sukarela aja.

 

Sambil jalan keluar gue baca pantangan makannya.

Udang, Ayam, Ikan Tongkol, Ikan Bandeng, Alkohol, Pisang, Durian, Nanas, Nangka, Es dan Mie Instan

Dan terbayanglah dimata gue, makan malam di seafood Jimbaran, wine tasting di Casa Luna dan nyaris setiap hari makan nasi campur Bali, dimana setiap malam setelahnya gue terkaing-kaing kesakitan.

 

Oh well, so now i know.

 

Kalau dalam setiap ulang tahun ada pelajaran yang gue dapet, maka tahun ini adalah:

Mungkin gue gak sejagoan yang gue kira, mungkin angka memang berarti sesuatu.

Tapi sesuatu itu yang jelas bukan Peppermaid. Gue yakin, gue lebih keren daripada botol merica.

 

 

Alamat Tukang Urut Patah Tulang

H. Naim Jl. MPR III Dalam No. 24

Cilandak Barat – Jakarta Selatan

Tutup setiap hari Jum’at.

 

 

Categories: People
Tagged: , , , ,

Happy Eid Mubarak

October 8, 2008 · Leave a Comment

for all of you.

maaf atas segala kesalahan dan semoga semua bisa dimulaikembali dengan hati yang ikhlas.

 

cerita lebaran kemaren.

well, nuthin special actually. back to Bekasi, where things so silence and still.

hanging out with family, entertained my grandma altho since she has dementia she oftenly asking my name in the middle of conversation. so sad, wondering how would i be on my 80s? surely i wanna be around to see my children and grandchildren grow up but will it possible not to forget them?

Lebaran in Jakarta felt like another holiday… no traffic jam for sure, which is the only good thing about having the festive here.

well… so on Tuesday afternoon i packed my bag, kissed my cats goodbye ( :D ) locked my flat, and take cab back home. You know, altho the traffic is very good, the taxi fare cost me almost the same, blah… blame the distance.

the moment i get there, after chit here chat there…i almost died in bored face. i finished reading “Behaving Badly” and got nothing more to do. all the preparation is done for Eid. then i wandering around the house and decide to buy Yoghurts as an excuse to go out.

At the Alfamart nearby i found VCD “Radit ♥ Jani” been wanting to see this movie, another labour of love of Upi Avianto & Vino G Bastian.

went back home, and watched “21″ the movie is interesting, althou i think “Good Will Hunting” is more thrilling. i can’t really catch the genious actions of Jim Sturgess when he cheated on Black Jack table. He looks preppie and nerdie, yes. But, i need more actions on the table. overall the movie is good and entertaining. and, i love Jim Sturgess, he’s hot.

after the movie, i cannot sleep on my own room, weird.

i turned off the light, and watched the fireworks from neighbours backyard flying high in night sky thru my window… beautiful.

as always… things so silence and still in this house.

The Eid morning is quite fun, bermaaf-maafan dan ngobrol2 sma seluruh keluarga, secara langsung juga telefon jarak jauh dan email-emailan.

on the afternoon, me and my sis went to Metropolitan Mall to buy groceries for home. i don’t understand how everyone can live with only green sands and vegetable in fridge. i bought fresh salted fish, more vegetables, snacks and snacks and snacks. i don’t want waste my gym membership fee for all those Eid food in coconut milk. No Way.

The second day, i went to my Datuk’s house. it’s my father side of family. Wow, almost everyone that live in Jakarta was there, i even got a chance to meet cousins i never seen in years. among them, i look so chinese, my father is Indian, all of the family married also indian. They have big eyes, tanned skin color, and full figure. sumhow, i got 2/3 of my mother. but everyone there said i looked like my father a lot. yeah, everyone in my mom’s family said, i look more like my mom day by day. whatever.

after that, me and my sis escape to mall again huheuehue. we tried Bekasi Cyber Park since my childhood friend make fun of me about it. I didn’t understand when he said BCP..BCP, he said it only shows how rare i went home. well…yeah…

BCP, is dissapointing… didn’t found anything interesting there, and i do not want to east another fast food. so, we go back to Met Mall.

O my God, in Met Mall was very crowded. tried to wandering around but i almost got panic attack for having so much people around. No Air bo hihihihi

finally, my sis dragged me to 21, may be we can find interesting movie, she said. well, i doubt about that, but i dun’t have another options.

She picked “Chika” since i already saw Laskar Pelangi the week before, and “Suami-Suami Takut Istri” is abviously not an option!

The movie is okay….well, nothing new, another teenage candy movie from Soraya Intercine Films. The cast is not special, the storyline is so-so, and Soraya Intercine Films still sold “living Indonesian Dreams” things in this movie. you know, big fancy houses, fancy cars, pretty girls meet handsome boys, the world where girls made of cotton candy, chocolate and all the sweet things.

oyea, before the movie start, i got a chance to go to AH and ordered “Mini Double Chocolate” i really missed this cake.

well, after my tongue contaminated with Bakerz-In, Gelato Bar, to be honest AH’s DOuble Chocolate doesn’t taste so good anymore but it brings back old memories. The restaurant is very crowded, feel uneasy, after finishing our cake, i dragged my sis to Gramedia.

Accidentally, passed the buckets where old vcd was on sale. i flipped them back and forth with no effort and guess what i found? “THE ELEPHANT” i screamed instantly. i’ve been looking for it everywhere! and i found it here? in a mall far-far away hidden in discounted shell? am i lucky or what?

after the movie, i remember i passed ”Eaton” on my way from Gramedia to 21. well, i must say, this is the first time i eat in Eaton where it doesn’t feel right at all.

The food is awful, the table smell weird and the service is so-so. we ordered Fish Pooridge, Fried Seafood Kwaytiow and Fried-oh-whatever that thing.

I remember Eaton in Taman Anggrek, not really a good comparison with this one. It’s like David and Goliath.

Good thing i have chance to stop by in BRead Talk, i need a re-bound. We went home and watch Radit and Jani in my room. Luckily i charged my laptop battery while we were out. The Movie is beyond my expectation, i hve this ugly cry at the end of the movie hehehehe.

Fahrani doesn’t act stunningly, but good enough, Vino Bastian well… he’s quite good. The storyline is amazing! i love how they used dirty words effortlessly. However, the dark punk situation they tried to visualized, to me is a bit “out-of-nowhere”.

Well, that’s all the folk.

Categories: Books · Kuliner · Movies · People
Tagged: , , , , , , , ,

Gossip Girl

July 21, 2008 · Leave a Comment

Last saturday, i spent the whole day in front of my laptop, plugged head phone to my ears, and watched all the episodes of “Gossip Girl” season one.

last time i watched it, i said the series is witty, smart and enchanting. this time, i can’t say anything but “Brilliant”

The movie tell the stories about the scandalous lives of Manhattan elites, where an anonymous web owner call herself as “Gossip Girl” claims as the one and only source of the latest news.

Gossip Girl remain anonymous till the end of the series,it used Kristen Bell’s voice and narrated the whole story in the most bubbly, smart and exciting metaphors, i’ve ever read and see.

It’s Serena Van Der Woodsen, the favorite it-girl that back into town after mysteriuosly dissapear for Boarding school last year, her best friend the angelic-face backstabber Bff Blair Waldorf embrace her not-so-genuinely Blair is the daughter of The famous designer Eleanor Waldorf, the privileged girl aren’t really happy since her father left his family for a male model. Dan Humphrey, been dreaming to date Serena for the most of his adolescent life. but he just the average former rock star son who lives in Brooklyn. Dan’s lil sister, Jenny, a social climber that do anything to be accepted to the inner circle.

Nate Archibald, been encouraged by his parent to take a good care of his relationship with Blair, in order to keep the two families together and Parents could happily wins business deals. Nate, loves Blair since they were kids. but, he never really get over Serena.

Chuck Bass, the most interesting charaters in the series, i did say that i always fall for villain? well, it’s include heartless bad boy in every series. His father is a real estate mogul.  His privileged life is so perfect that he could put anything on stake and managed to keep his cold blooded smile. he’s Chuck Bass.

The characters live their crossing lives and have to get thru drama, conflicts, tears and blood.

One thing, if you are a social climber thinking that being a socialite is just about designer dress and being the cover of magazine, keep your eyes wide open when you watch this series. Be the witness that the trust fund babies, work hard to stay on top no matter what the price is, they study like crazy to get in Ivy League, they migle around great people to stay connected and managed to keep smiling and nice after the battle.

I don’t mind to watch it all over again….

You know you’ll love it,

XoXo,

Gossip Girl

Categories: Movies · People
Tagged: , , , , , , ,

How to be: Indonesian Sweetheart

July 8, 2008 · 1 Comment

  1. Selalu senyum di setiap suasana, setiap obrolan, no matter what. Pepatah “Smile and the world will smile with you” itu bener, sebener-benernya.
  2. Berlatihlah memberikan pandangan mata yang lembut kepada siapaaaa saja. latihan sebaiknya dilakukan 4-5 kali sehari dengan durasi masing-masing min. 15 menit. dijamin, mata berair yang akan menambah efek “syahdu”
  3. selalu, ingat! selalu tekankan betapa dirimu “bukan apa-apa”, “hanya anak kampung”, “punya tampang biasa’biasa aja” pokoknya be modest. this action brings reverse reaction, which we actually expect. Jangan lupa, orang-orang selalu suka cerita “orang biasa yang tertindas” that’s why sinetron-sinetron tokohnya hitam-putih semua. Jahat ya Mak Lampir banget, baik ya sampe tolol banget dikerjain si jahat. it’s so easy to get people sympathy if you are sederhana dan ngomongnya di lelembut-in
  4. Masih terkait dengan nomor 3, selalu tekankan bahwa kamu tidak suka pakai Make Up! ini penting, agar semua orang berpikir bahwa sejak bangun tidur pun, bulu matamu sudah panjang berkibas dan bibirmu sudah merah dari sononya. jangan takut ketahuan bo’ong, selama make up artistmu tau gimana ngedandanin gak menor, aman. dari sekian juta penduduk Indonesia paling hanya sekian ratus atau ribu yang akan berpapasan denganmu di mall dan melihat dua lembar bulu mata palsu yang senantiasa menempel di matamu yang disayu-sayuin.
  5. Yakinkan bahwa manajermu sudah punya jadwal rutin menghubungi Infotainment, untuk memberitakan kegiatan sehari-harimu. Ingat, jangan sekali-kali coba-coba membuat berita yang sensasional, cukup dengan kegiatan-kegiatan sosial atau kamu memuji-muji artis lain saja. memang beritanya gak penting, tapi yang penting dalam seminggu ada dua atau tigak kalilah wajahmu nongol di tipi. lagipula, inget, kamu kan harus Jaga Image. sebagai wanita lelembut idaman para lelaki.
  6. Selalu katakan bahwa kamu tidak punya pacar dan sepertinya tidak ada yang tertarik sama kamu karena kamu kan “biasa-biasa aja” jangan lupa ketika mengatakan ini kamu sedang di penampilan terbaikmu. dengan demikian para laki-laki akan  merasa “tertantang” dan tertarik untuk mendekatimu. kalau hal terakhir sudah terjadi, bermainlah tarik-ulur dengan liputan media disekitarnya, percayalah, dengan demikian kamu akan menarik pejantan yang lebih ciamik lagi.
  7. katakan pada semua orang bahwa kamu makan sangat banyak setiap hari, bahkan banyaknya mendekati standar makan para kuli bangunan. yakinkan mereka bahwa kamu bukan gadis yang terobsesi dengan “Size Zero” dan betapa apa adanya kamu. kalau kamu tetap kurus, itu karena memang metabolisme mu bagus. mereka tidak perlu tahu apa yang kamu lakukan di kamar mandi atau obat apa yang tersimpan di lemabri obatmu kan?
  8. sekali lagi, katakan selalu bahwa kamu makan banyak! bahkan memakan makanan yang tidak lazim dimakan gadis manis nan sederhana lainnya (ingat persaingan diluar sana berat sekali, tips2 diatas mungkin sudah dilakukan oleh seribu gadis sebelum kamu) makanlah hewan-hewan langka dan buas dengan dalih kecantikan kulit (sekali lagi, katakan sambil mempertontonkan kulit putihmu seolah kamu memang mendapatkannya dari darah ular bukan karena kamu keturunan tionghoa yang memang udah putih dari orok), jangan takut sama Yayasan perlindungan satwa, kamu kan kesayangan semua orang, mana ada yang tega demo kamu? semua orang akan ikut2 senyum-senyum sama kamu menyaksikan seekor monyet dibunuh untuk kamu makan. kamu kan kesayangan semua orang?
  9. Buatlah blog untuk menjaring penggemar, meski kemampuan menulismu setara dengan anak kelas tiga SD. ”kekurangan”mu ini paling-paling dianggap lucu dan menggemaskan oleh penggemarmu. They’re blindly in love with you. selalu dan selalu manjakan mereka dengan kata-kata lelembutmu, agar mereka tetap setia dan mengajak teman2nya menjadi penggemarmu. jangan lupa, jadikan pula blogmu sebagai ajang promosi kegiatan2mu, your producers will be very grateful to you. Meski bila hal ini tidak menolong rating sinetronmu, kamu tetap punya fans-fans mu. Ingat, semakin banyak “fans” yang kamu punya, berarti kamu semakin diidolakan, dan ini akan berpengaruh terhadap banyaknya kontrak kerja yang kamu terima.
  10. Last, jangan lupa selalu ucapkan nama Tuhan. sebagai anak kampung sederhana dan penampilan yang kamu koarkan biasa saja akan sempurna bila kamu juga alim dan religius. ya, seperti tokoh-tokoh sinetron yang kamu tonton sejak kecil sebagai inspirasi bila kelak kamu menjadi artis.

Stay tune for the next life changing tips*.

*inspired by E! Life Changing Tips.

**Blog ini ditulis tidak untuk menyindir siapa-siapa, bukan tentang siapa-siapa, terlebih lagi, tidak untuk menyerang siapa-siapa. toh, saya kan bukan siapa-siapa….halah…..

Categories: People
Tagged: , , , ,

In Memoriam

June 25, 2008 · Leave a Comment

~Emeraldina Ratinggang~

Tante Dina yang cantik,

Berbaringlah dalam buaian bintang di Arrasy Allah

Semua tangis dan kecewamu telah tertinggal di bawah sini dan kehilangan arti

Hidupmu merasuk dalam kenangan kami, yang telah kau sentuh.

Maaf, aku tidak menghadiri pemakamanmu….

Bukan aku tidak mencintaimu, tapi aku lebih suka  berfikir bahwa kau masih ada

entah mengapa, tapi percayalah…aku rela…

Categories: People

ketukan ketiga dari Tuhan

June 25, 2008 · Leave a Comment

kemarin, berita meninggalnya tante DIna nyaris bikin g kram otak, kaget luar biasa.

malemnya, terkaget-kaget oleh demo anarkis di sekitaran Semanggi sehingga g yang baru aja nyampe Plangi harus menyaksikan orang2 berlarian panik, semua toko tutup dan suasana mencekam.

Semalem, g benr2 ketakutan, secara pergi sendiri pula. janjian sama Eki, tapi g pulang kesorean, akhirnya re-schedule, tapi g tetep aja ke Plangi buat beli makanan kucing dan mo nuker voucher L’Oreal.

ternyata, semua buyar. g cuma takut terjadi penjarahan dan krusuhan kayak Mei lalu. dan g pilih cabut dari situ. Untunglah, g bisa pulang dengan aman meski shocknya masih ampe sekarang.

dan today, found out that one of my oldest and best friends, ternyata divorce! sejak dua bulanan yang lalu, memang dia tiba2 menghilang, dan suddenly, lst week muncul lagi dengan “penampilan” baru dan stated that now she’s single.

Ya Tuhan, She’s a one of a kind girl. Sejak SMP g selalu admire dia, she’s damn pretty dari keluarga yang amat-sangat-banget berada, dan about two years ago menikah dengan suami yang ganteng dan dari keluarga The-Have juga. Pernikahan mereka besar-besaran dan stunning sekali.

ternyata, pada akhirnya sahabat g tersayang itu harus pergi dari kehidupan bahagianya bersama si suami. She’s now reside in San Fransisco, catching up with her bro and sis. being single again.

She tried to look and being happy, but, i know she’s in a lot of pain.

tiga kejadian diatas, bner2 merupakan ketukan Tuhan buat g.

menyadarkan g bahwa g benar-benar “dust in the wind” seperti training yang baru g jalani minggu lalu. Umur bisa habis kapan saja, harta bisa diambil kapanpun, kenikmatan berpasangan bisa hilang sekejap mata. We’re nothing…. and nothing to be flaunted about.

Ya Tuhan, ternyata Kamu masih sangat menyayangi aku yang pongah ini. masih mau mengajariku dan membawaku kembali padaMu.

Terima kasih.

Categories: People